Kecelakaan
antara KRL dan Truk tangki BBM di
bintaro pada bulan Desember 2013 lalu menimbulkan keprihatinan bagi kita semua,
akibat sebuah kecerobohan, banyak nyawa yang melayang dengan sia-sia. Terlepas
dari siapa yang salah dan siapa yang benar pada kecelakaan tersebut, banyak
orang khususnya penumpang kereta nahas tersebut mempertanyakan absennya palu
pemecah kaca sebagai alat utama untuk keselamatan dalam keadaan darurat.
Benarkah PT. KAI selaku operator tunggal Kereta Api di Indonesia tidak
melengkapi KRL-nya dengan alat keselamatan darurat?
Pertama yang
harus dipahami adalah, Rangkaian KRL di Jabotabek saat ini sebagian besar
merupakan KRL yang diimpor dari Jepang, maka alat keselamatan yang ada pada
rangkaian KRL tersebut merupakan standar Jepang yang sudah lebih advance dan
diperhitungkan dengan matang. KRL eks Jepang memang tidak dilengkapi oleh palu
pemecah kaca seperti di Indonesia karena mereka melengkapi rangkaian keretanya
dengan alat keselamatan yang lebih aman yaitu katup pintu darurat. Secara
fungsi, katup pintu darurat ini lebih aman dibandingkan dengan palu pemecah
kaca. Penggunaan palu pemecah kaca justru lebih merugikan penggunanya karena
lebih menghabiskan banyak tenaga, lebih menghabiskan banyak waktu dan justru
lebih rentan melukai tubuh sebagai akibat dari serpihan kaca yang kemungkinan
tertinggal.
Penggunaan
katup pintu darurat hanya menghabiskan waktu kurang dari 10 detik dan sangat
aman karena tidak perlu mengeluarkan tenaga yang besar. katup pintu darurat ini
pun ditempatkan pada lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh penumpang,
bahkan oleh anak kecil sekalipun. Meskipun letaknya berbeda-beda, secara umum
dalam 1 gerbong kereta terdapat 1 katup pintu sentral dan minimal 4 katup pintu
individu, serta 1 katup pintu sentral yang terletak di luar gerbong kereta. katup
pintu sentral berfungsi untuk membuang angin yang menekan seluruh pintu dalam 1
gerbong, sedangkan katup pintu individu berfungi untuk membuang angin yang
menekan 1 pintu saja. Terdapat 4 langkah mudah untuk menggunakan katup Pintu
darurat tersebut :
1.
Amati
: Ketika anda menaiki
KRL, selalu amati lokasi katup pintu darurat tersebut serta keterjangkauannya
dari posisi anda duduk atau berdiri. katup pintu darurat individu biasanya terletak
di bawah tempat duduk dan katup pintu sentral terletak di dinding atau diantara
sambungan gerbong kereta, ditandai oleh penutup yang berwarna merah. Pemetaan
awal lokasi katup tersebut dapat mempersingkat waktu dan mempermudah evakuasi
saat terjadi kecelakaan.
| Posisi katup pintu individu pada rangkaian Tokyu 8000 / 8500 |
| Posisi katup pintu sentral pada bagian luar kereta |
2.
Buka
: Ketika terjadi
kecelakaan, segera buka penutup katup tersebut untuk menjangkau katup. Membuka
penutup bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu Didorong, Ditarik, atau Kombinasi
putar dan tarik tergantung jenis penutupnya. Apabila penutup katup pintu individu
yang terdapat dibawah bangku tidak dapat dibuka, dapat menggunakan cara lain
dengan cara melepas bangku KRL untuk menjangkau katup tersebut.
| Cara membuka penutup katup individu pada rangkaian Eks-Tokyo Metro ( seri 6000, 7000, dan 05 ) adalah dengan cara didorong kedalam |
3.
Tarik
: Setelah
penutup katup sudah dibuka, tarik gagang pada katup sepenuhnya. Cara membuka
gagangnya sama seperti ketika kita membuka keran pada air. Jika gagang Katup
sudah ditarik dengan sempurna, akan terdengar suara angin yang terlepas sebagai
pertanda bahwa pintu KRL sudah tidak punya tekanan sehingga pintu dapat dibuka
dengan manual.
| Tarik keran hingga terdengar suara angin yang mendesis |
4.
Geser
: Setelah angin
yang menekan pintu telah dihabiskan dengan cara membuka katup, segera geser
pintu KRL untuk menyelamatkan diri.
Selain
menggunakan Katup Pintu tersebut, terdapat cara lain untuk evakuasi, yaitu
melalui Pintu Darurat yang terdapat di kabin masinis. Namun, cara ini hanya efektif
apabila posisi kita berdekatan dengan kabin masinis. Melarikan diri dengan cara
membuka jendela sangat tidak disarankan karena berisiko melukai diri akibat
melompat dari jendela.
| Pintu darurat pada KRL seri 05 dalam posisi terpasang |
Berikut ini merupakan link video cara menggunakan katup pintu darurat. dimohon untuk menggunakannya dengan bijak hanya untuk keadaan darurat.
Semoga sedikit
penjelasan yang saya berikan dapat memberikan pencerahan khususnya dalam
konteks rencana penyelamatan diri saat terjadinya kecelakaan
No comments:
Post a Comment