UPDATE POST : Untuk Saat ini Sleeper Bus PO. Brilian sudah tidak beroperasi
Halo para transport lovers, bertemu lagi bersama saya Andi alias Kak Bojan yang masih betah menyendiri (halah..). Oke, to the point aja, beberapa waktu lalu saya mendengar soal sebuah PO bis yang memberikan inovasi yang lain daripada yang lain. Bis ini memberi fasilitas kasur instead of kursi untuk para penumpangnya (iya KASUR.., kalian ngga’ salah baca kok). Berangkat dari rasa penasaran itu, akhirnya pada libur semester kali ini saya memutuskan untuk berangkat ke kota mendoan untuk menyambangi garasi bis tersebut, kebetulan di Kota Mendoan ada temen saya yang lagi kuliah disana dan kebetulan udah pernah nyobain sleeper bisnya dan kenal deket sama ownernya, jadi bisa dapet akses kunjungan ke garasinya. He he he…
Halo para transport lovers, bertemu lagi bersama saya Andi alias Kak Bojan yang masih betah menyendiri (halah..). Oke, to the point aja, beberapa waktu lalu saya mendengar soal sebuah PO bis yang memberikan inovasi yang lain daripada yang lain. Bis ini memberi fasilitas kasur instead of kursi untuk para penumpangnya (iya KASUR.., kalian ngga’ salah baca kok). Berangkat dari rasa penasaran itu, akhirnya pada libur semester kali ini saya memutuskan untuk berangkat ke kota mendoan untuk menyambangi garasi bis tersebut, kebetulan di Kota Mendoan ada temen saya yang lagi kuliah disana dan kebetulan udah pernah nyobain sleeper bisnya dan kenal deket sama ownernya, jadi bisa dapet akses kunjungan ke garasinya. He he he…
Untuk mencapai kota mendoan, atas nama menekan biaya, maka
saya naik KA Ekonomi Gaya Baru Malam Selatan dari Jakarta seharga Rp. 104.000,
di kota mendoan pun saya nebeng di rumah keluarga sehingga bener – bener hemat
( bingung juga sih antara hemat atau emang merki >.<) .
| Menuju Purwokerto naik KA Ekonomi AC |
Tapi tak apalah,
yang penting keinginan saya untuk berkunjung ke PO bis tersebut bisa jadi
kenyataan. Setelah janjian sama temen, akhirnya diantarlah saya ke garasi PO
bis tersebut. Perjalanan ke garasi memakan waktu sekitar 45 menit karena temen
saya milih tidak lewat jalan protokol karena takut ditilang polisi (haiyah
tahun 2016 takut ditilang.. :p) . setelah sampai di lokasi, saya baru tau nama
PO bis itu adalah PO. Brilian dan katanya baru berdiri sekitar 2 tahun, pantes
aja namanya masih asing di telinga saya yang notabene bukan seorang telolet
mania, wakakaka. PO. Brilian beralamat di Desa Kaliori, di pinggir Jalan Raya
Kalibagor, Banyumas. Garasi bisnya minimalis dan sebenernya dibawah bayangan
saya yang sudah berekspektasi tinggi, tapi tak apalah. Setelah teman saya
meminta izin ke manajemen, akhirnya kita diizinkan untuk masuk kedalam bis
sleeper tersebut.
![]() |
| Garasi PO. Brilian di daerah Kaliori, Banyumas |
Dari luar, bis tersebut tidak berbeda jauh dengan bis – bis
lainnya kecuali tulisan 1st sleeper bus yang menjadi ciri diluar bis
tersebut. Ketika beranjak masuk kedalam bis, barulah terlihat perbedaan yang
mencolok, dimana terdapat 10 tempat tidur yang berjajar dan bertingkat,
sehingga total terdapat 20 tempat tidur. Tiap tempat tidur dilengkapi oleh
fasilitas 1 buah stop kontak untuk mengisi daya dan satu buah televisi serta
tirai atau gorden yang menjadi penutup ruangan pribadi kita, di kasur kita juga
terdapat sebuah bantal yang besar dan selimut. Jangan takut sleeper bus ini
dipake mesum oleh pasangan yang bukan muhrim, karena dipastikan tiap kasur
hanya diisi oleh satu orang penumpang. Menurut penuturan teman saya yang sudah
pernah naik bis ini, keunikan dari bis ini adalah, setiap penumpang yang naik
harus melepas dan menaruh sepatunya pada rak yang terdapat di bagasi dan
mengganti dengan sandal tipis ala hotel karena lantai bis tersebut dilapisi
oleh bahan semacam karpet.
| Sleeper Bus PO. Brilian |
| Interior Sleeper Bus dengan kasur 2 tingkat |
![]() |
| AC dan Stop Kontak pada bilik |
| TV layar datar di setiap bilik |
| Kupon service makan Sleeper Bus |
Menurut penuturan, bis sleeper ini memiliki rute Jakarta – Wonosobo
dengan tarif untuk tujuan Purwokerto, Purbalingga sebesar Rp. 210.000 dan tujuan
Banjarnegara, Wonosobo sebesar Rp. 240.000. saat saya berkunjung, bis ini
berangkat dari garasi menuju Purbalingga sekitar pukul 3 sore untuk nantinya
kembali lagi ke Purwokerto untuk masuk terminal.
![]() |
| Tarif Sleeper Bus yang tertempel di pintu bis |
Berdasarkan kunjungan ini, sekilas saya melihat bahwa Sleeper
Bus dari PO. Brilian merupakan salah satu terobosan yang baru dalam hal
pelayanan terhadap penumpang bis dan patut diapresiasi, karena bagaimanapun PO.
Brilian telah menjadi pionir dalam layanan Sleeper Bus reguler. Selain hal
tersebut, ada beberapa hal yang menurut saya bisa menjadi masukan kepada manajemen
:
1. Tidak adanya toilet, sehingga apabila ingin
buang air kecil, bus harus berhenti di pom bensin.
2. Adanya
“diskriminasi” antara penumpang kasur atas dan kasur bawah, dimana penumpang
dikasur atas mendapat jendela sekitar 90% dan penumpang di kasur bawah hanya
mendapat 10%, sehingga agak sulit bagi penumpang kasur bawah untuk melihat
keluar.
3. Pintu
darurat yang tertutup oleh bilik kasur dan agak susah diakses sehingga bisa
sedikit mengahmbat evakuasi apabila terjadi sesuatu.
4. Gangway yang terlalu sempit sebagai akibat dari
ukuran kasur yang besar, sehingga agak merepotkan untuk penumpang yang memiliki
ukuran jumbo.
![]() |
| Gangway yang agak sempit |
Semoga
hal tersebut dapat dipertimbangkan oleh manajemen apabila ingin menambah jumlah
armada dan memperluas layanan ke kota – kota lain yang saat ini dilayani.
| Tulisan Man Jadda Wa Jadda yang tertulis di depan setian bis PO. Brilian |
Perlu ditekankan, bahwa tulisan ini tidak memihak kepada
siapapun, tidak berniat untuk menjatuhkan, menjelek-jelekkan, atau menggiring
opini. Tulisan ini merupakan murni review dari sudut pandang seorang pengguna
transportasi yang menilai secara objektif, keputusan akhir tetap berada pada
diri pembaca.
| Bonus foto mbaknya yang nganterin ke garasi PO. Brilian.., he.. he.. |
Pos Terkait : Video Review Brilian Sleeper Bus




No comments:
Post a Comment