Thursday, August 11, 2016

BERKUNJUNG KE PO. BRILIAN, BIS REGULER DENGAN FASILITAS KASUR PERTAMA DI INDONESIA

UPDATE POST : Untuk Saat ini Sleeper Bus PO. Brilian sudah tidak beroperasi

Halo para transport lovers, bertemu lagi bersama saya Andi alias Kak Bojan yang masih betah menyendiri (halah..). Oke, to the point aja, beberapa waktu lalu saya mendengar soal sebuah PO bis yang memberikan inovasi yang lain daripada yang lain. Bis ini memberi fasilitas kasur instead of kursi untuk para penumpangnya (iya KASUR.., kalian ngga’ salah baca kok). Berangkat dari rasa penasaran itu, akhirnya pada libur semester kali ini saya memutuskan untuk berangkat ke kota mendoan untuk menyambangi garasi bis tersebut, kebetulan di Kota Mendoan ada temen saya yang lagi kuliah disana dan kebetulan udah pernah nyobain sleeper bisnya dan kenal deket sama ownernya, jadi bisa dapet akses kunjungan ke garasinya. He he he…



Untuk mencapai kota mendoan, atas nama menekan biaya, maka saya naik KA Ekonomi Gaya Baru Malam Selatan dari Jakarta seharga Rp. 104.000, di kota mendoan pun saya nebeng di rumah keluarga sehingga bener – bener hemat ( bingung juga sih antara hemat atau emang merki >.<) . 
Menuju Purwokerto naik KA Ekonomi AC

Tapi tak apalah, yang penting keinginan saya untuk berkunjung ke PO bis tersebut bisa jadi kenyataan. Setelah janjian sama temen, akhirnya diantarlah saya ke garasi PO bis tersebut. Perjalanan ke garasi memakan waktu sekitar 45 menit karena temen saya milih tidak lewat jalan protokol karena takut ditilang polisi (haiyah tahun 2016 takut ditilang.. :p) . setelah sampai di lokasi, saya baru tau nama PO bis itu adalah PO. Brilian dan katanya baru berdiri sekitar 2 tahun, pantes aja namanya masih asing di telinga saya yang notabene bukan seorang telolet mania, wakakaka. PO. Brilian beralamat di Desa Kaliori, di pinggir Jalan Raya Kalibagor, Banyumas. Garasi bisnya minimalis dan sebenernya dibawah bayangan saya yang sudah berekspektasi tinggi, tapi tak apalah. Setelah teman saya meminta izin ke manajemen, akhirnya kita diizinkan untuk masuk kedalam bis sleeper tersebut. 

Garasi PO. Brilian di daerah Kaliori, Banyumas
Dari luar, bis tersebut tidak berbeda jauh dengan bis – bis lainnya kecuali tulisan 1st sleeper bus yang menjadi ciri diluar bis tersebut. Ketika beranjak masuk kedalam bis, barulah terlihat perbedaan yang mencolok, dimana terdapat 10 tempat tidur yang berjajar dan bertingkat, sehingga total terdapat 20 tempat tidur. Tiap tempat tidur dilengkapi oleh fasilitas 1 buah stop kontak untuk mengisi daya dan satu buah televisi serta tirai atau gorden yang menjadi penutup ruangan pribadi kita, di kasur kita juga terdapat sebuah bantal yang besar dan selimut. Jangan takut sleeper bus ini dipake mesum oleh pasangan yang bukan muhrim, karena dipastikan tiap kasur hanya diisi oleh satu orang penumpang. Menurut penuturan teman saya yang sudah pernah naik bis ini, keunikan dari bis ini adalah, setiap penumpang yang naik harus melepas dan menaruh sepatunya pada rak yang terdapat di bagasi dan mengganti dengan sandal tipis ala hotel karena lantai bis tersebut dilapisi oleh bahan semacam karpet.

Sleeper Bus PO. Brilian
Interior Sleeper Bus dengan kasur 2 tingkat
AC dan Stop Kontak pada bilik 

TV layar datar di setiap bilik
Kupon service makan Sleeper Bus
Menurut penuturan, bis sleeper ini memiliki rute Jakarta – Wonosobo dengan tarif untuk tujuan Purwokerto, Purbalingga sebesar Rp. 210.000 dan tujuan Banjarnegara, Wonosobo sebesar Rp. 240.000. saat saya berkunjung, bis ini berangkat dari garasi menuju Purbalingga sekitar pukul 3 sore untuk nantinya kembali lagi ke Purwokerto untuk masuk terminal.

Tarif Sleeper Bus yang tertempel di pintu bis
Berdasarkan kunjungan ini, sekilas saya melihat bahwa Sleeper Bus dari PO. Brilian merupakan salah satu terobosan yang baru dalam hal pelayanan terhadap penumpang bis dan patut diapresiasi, karena bagaimanapun PO. Brilian telah menjadi pionir dalam layanan Sleeper Bus reguler. Selain hal tersebut, ada beberapa hal yang menurut saya bisa menjadi masukan kepada manajemen :
1.  Tidak adanya toilet, sehingga apabila ingin buang air kecil, bus harus berhenti di pom bensin.

2.     Adanya “diskriminasi” antara penumpang kasur atas dan kasur bawah, dimana penumpang dikasur atas mendapat jendela sekitar 90% dan penumpang di kasur bawah hanya mendapat 10%, sehingga agak sulit bagi penumpang kasur bawah untuk melihat keluar.

3.    Pintu darurat yang tertutup oleh bilik kasur dan agak susah diakses sehingga bisa sedikit mengahmbat evakuasi apabila terjadi sesuatu.

4.    Gangway yang terlalu sempit sebagai akibat dari ukuran kasur yang besar, sehingga agak merepotkan untuk penumpang yang memiliki ukuran jumbo.

Gangway yang agak sempit
Semoga hal tersebut dapat dipertimbangkan oleh manajemen apabila ingin menambah jumlah armada dan memperluas layanan ke kota – kota lain yang saat ini dilayani.


Tulisan Man Jadda Wa Jadda yang tertulis di depan setian bis PO. Brilian
Perlu ditekankan, bahwa tulisan ini tidak memihak kepada siapapun, tidak berniat untuk menjatuhkan, menjelek-jelekkan, atau menggiring opini. Tulisan ini merupakan murni review dari sudut pandang seorang pengguna transportasi yang menilai secara objektif, keputusan akhir tetap berada pada diri pembaca.

Bonus foto mbaknya yang nganterin ke garasi PO. Brilian.., he.. he..

No comments:

Post a Comment