Sunday, March 10, 2019

Katup Darurat di Rangkaian KRL Commuter Line

NOTE : Tulisan ini ditulis pada tahun 2013 tidak lama setelah kejadian kecelakaan antara KRL dan truk tangki di perlintasan Bintaro


KRL Commuter Line memasuki Stasiun Manggarai

Kecelakaan antara KRL  dan Truk tangki BBM di bintaro pada bulan Desember 2013 lalu menimbulkan keprihatinan bagi kita semua, akibat sebuah kecerobohan, banyak nyawa yang melayang dengan sia-sia. Terlepas dari siapa yang salah dan siapa yang benar pada kecelakaan tersebut, banyak orang khususnya penumpang kereta nahas tersebut mempertanyakan absennya palu pemecah kaca sebagai alat utama untuk keselamatan dalam keadaan darurat. Benarkah PT. KAI selaku operator tunggal Kereta Api di Indonesia tidak melengkapi KRL-nya dengan alat keselamatan darurat?



Pertama yang harus dipahami adalah, Rangkaian KRL di Jabotabek saat ini sebagian besar merupakan KRL yang diimpor dari Jepang, maka alat keselamatan yang ada pada rangkaian KRL tersebut merupakan standar Jepang yang sudah lebih advance dan diperhitungkan dengan matang. KRL eks Jepang memang tidak dilengkapi oleh palu pemecah kaca seperti di Indonesia karena mereka melengkapi rangkaian keretanya dengan alat keselamatan yang lebih aman yaitu katup pintu darurat. Secara fungsi, katup pintu darurat ini lebih aman dibandingkan dengan palu pemecah kaca. Penggunaan palu pemecah kaca justru lebih merugikan penggunanya karena lebih menghabiskan banyak tenaga, lebih menghabiskan banyak waktu dan justru lebih rentan melukai tubuh sebagai akibat dari serpihan kaca yang kemungkinan tertinggal.


Posisi katup individu pada KRL Seri 8500
Posisi katup individu pada KRL 6 Pintu
Penggunaan katup pintu darurat hanya menghabiskan waktu kurang dari 10 detik dan sangat aman karena tidak perlu mengeluarkan tenaga yang besar. katup pintu darurat ini pun ditempatkan pada lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh penumpang, bahkan oleh anak kecil sekalipun. Meskipun letaknya berbeda-beda, secara umum dalam 1 gerbong kereta terdapat 1 katup pintu sentral dan minimal 4 katup pintu individu, serta 1 katup pintu sentral yang terletak di luar gerbong kereta. katup pintu sentral berfungsi untuk membuang angin yang menekan seluruh pintu dalam 1 gerbong, sedangkan katup pintu individu berfungi untuk membuang angin yang menekan 1 pintu saja. Terdapat 4 langkah mudah untuk menggunakan katup Pintu darurat tersebut :
1.      Amati : Ketika anda menaiki KRL, selalu amati lokasi katup pintu darurat tersebut serta keterjangkauannya dari posisi anda duduk atau berdiri. katup pintu darurat individu biasanya terletak di bawah tempat duduk dan katup pintu sentral terletak di dinding atau diantara sambungan gerbong kereta, ditandai oleh penutup yang berwarna merah. Pemetaan awal lokasi katup tersebut dapat mempersingkat waktu dan mempermudah evakuasi saat terjadi kecelakaan.

2.      Buka : Ketika terjadi kecelakaan, segera buka penutup katup tersebut untuk menjangkau katup. Membuka penutup bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu Didorong, Ditarik, atau Kombinasi putar dan tarik tergantung jenis penutupnya. Apabila penutup katup pintu individu yang terdapat dibawah bangku tidak dapat dibuka, dapat menggunakan cara lain dengan cara melepas bangku KRL untuk menjangkau katup tersebut.


3.      Tarik : Setelah penutup katup sudah dibuka, tarik gagang pada katup sepenuhnya. Cara membuka gagangnya sama seperti ketika kita membuka keran pada air. Jika gagang Katup sudah ditarik dengan sempurna, akan terdengar suara angin yang terlepas sebagai pertanda bahwa pintu KRL sudah tidak punya tekanan sehingga pintu dapat dibuka dengan manual.

4.      Geser : Setelah angin yang menekan pintu telah dihabiskan dengan cara membuka katup, segera geser pintu KRL untuk menyelamatkan diri.


Posisi katup individu yang berada di sambungan antara gerbong kereta

Posisi katup sentral untuk membuka pintu 1 gerbong kereta umumnya berada di sambungan antar gerbong

Selain menggunakan Katup Pintu tersebut, terdapat cara lain untuk evakuasi, yaitu melalui Pintu Darurat yang terdapat di kabin masinis. Namun, cara ini hanya efektif apabila posisi kita berdekatan dengan kabin masinis. Melarikan diri dengan cara membuka jendela sangat tidak disarankan karena berisiko melukai diri akibat melompat dari jendela.

Pintu darurat pada KRL Seri 05 pada posisi terpasang
Semoga sedikit penjelasan yang saya berikan dapat memberikan pencerahan khususnya dalam konteks rencana penyelamatan diri saat terjadinya kecelakaan. Mohon pergunakan katup darurat ini hanya pada saat keadaan darurat.

Video terkait penggunaan katup pintu darurat


No comments:

Post a Comment