Friday, July 17, 2015

IORE, Lokomotif Listrik Terkuat di Skandinavia


Kereta api khususnya lokomotif, sejak awal kemunculannya selalu membuat berdecak kagum. Sejak era Robert Stephenson dengan locomotion nya, hingga perkeretaapian Amerika dengan iconnya yang bernama Big Boy. Entah karena motif prestise, ataupun karena tuntutan keadaan, setiap insinyur di pabrik kereta api seolah tidak pernah kehabisan akal untuk membuat bermacam – macam lokomotif dengan segala kelebihannya. Dari sekian banyak model lokomotif yang berseliweran di dunia ini, kali ini kita akan membahas lokomotif IORE milik perusahaan tambang LKAB di Swedia. Lokomotif ini disebut – sebut merupakan lokomotif dengan Tractive Effort terbesar.

Latar Belakang
Sejarah lokomotif IORE tidak terlepas dari pengoperasian jalur kereta angkutan bijih besi milik LKAB di Swedia. Dahulu, kereta angkutan bijih besi ini dioperasikan oleh Norwegian State Railways ( NSB ) , dan Swedish State Railways ( SJ ) dengan menggunakan lokomotif seri Dm3. Pada tahun 1996, pengoperasian kereta ini dialihkan kepada MTAB ( Malmtrafik I Kiruna ), perusahaan patungan antara LKAB, NSB, SJ, dan MTAS.

Pada tahun 1998, LKAB memperkirakan produksi bijih besi mereka akan meningkat secara stabil hingga 35% sampai tahun 2005. Atas dasar inilah LKAB meminta kepada pemerintah untuk membiayai peningkatan kapasitas lintas agar bisa dilalui dengan kereta bertekanan gandar 30 Ton. Seiring dengan permintaan tersebut, LKAB meremajakan armadanya dengan membeli 750 gerbong baru dengan kapasitas tiap gerbong sebesar 100 Ton.

Spesifikasi dan Performa
Lokomotif IORE merupakan lokomotif buatan dari ADtranz yang diproduksi di pabrik ADtranz Kassel, Jerman. Unit pertama dikirim oleh ADtranz pada tahun 2000 dan langsung memperkuat armada kereta bijih besi LKAB. Lokomotif IORE selalu beroperasi secara tandem, sehingga dapat menarik 68 gerbong dengan berat masing – masing 100 Ton. Daya terbesar yang dikeluarkan tercatat sebesar 10.800 kW atau setara dengan 14.675 hp. Tiap gandar dilengkapi dengan motor traksi asynchronous dan tiap bogie memiliki GTO Inverter berpendingin. Sistem Adhesion Control yang disandang lokomotif ini membuatnya dapat beroperasi dalam kondisi ekstrem khas Skandinavia seperti basah atau membeku. Rem regenerative yang dimilikinya juga membuat lokomotif ini dapat mengembalikan kembali arus listrik ke LAA pada saat melakukan pengereman.

Dengan beroperasinya lokomotif dan gerbong baru dengan kapasitas yang lebih baik, LKAB dapat mengurangi frekuensi perjalanan KA nya dari 21 perjalanan per hari menjadi 15 perjalanan per hari. Puncak kecepatan KA juga meningkat dari 50 km/h menjadi 60 km/h. Secara biaya, beroperasinya rangkaian baru ini dapat menghemat pengeluaran hingga 45% per ton per kilometer

No comments:

Post a Comment