Thursday, September 17, 2015

Dinas Perdana KRL 12 Kereta di Jalur Jakarta - Bogor

Pada hari Rabu tanggal 16 September 2015, KRL seri 205 milik PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ) yang dibeli dari jalur Nambu mulai beroperasi dengan stamformasi 12 kereta. Stamformasi (atau SF) 12 kereta ini merupakan SF terpanjang yang bisa dijalankan di Jabodetabek, khususnya jalur Bogor dan jalur Bekasi. Sebelumnya sudah ada SF 4 kereta, SF 6 kereta, SF 8 kereta, dan SF 10 kereta.
KRL 12 Kereta memasuki Stasiun Cilebut
KRL seri 205 yang digunakan di hari pertama SF 12 kereta beroperasi ini adalah NaHa 2 dan NaHa 4, dengan formasi lengkap KuHa 205-86 - MoHa 205-13 - MoHa 204-13 - MoHa 205-15 - MoHa 204-15 - KuHa 204-86 + KuHa 205-88 - MoHa 205-235 - MoHa 204-235 - MoHa 205-21 - MoHa 204-21 - KuHa 204-88. Penulis berkesempatan untuk mencoba KRL ini dari Stasiun Cilebut di Kabupaten Bogor menuju Stasiun Jakarta Kota, saat berdinas sebagai KA 1171. Di perjalanan hari pertama ini KA 1171 datang sekitar 30 menit lebih lambat dari jadwal dikarenakan padatnya perjalanan KA. Dari segi performa, KRL ini berakselerasi lebih lambat daripada KRL 205 yang beroperasi normal (1 set, SF 8 atau SF 10) dikarenakan KRL ini beroperasi dengan menggabungkan 2 set. Selain itu, kecepatan tertingginya juga lebih rendah. Penulis melihat kecepatan dengan aplikasi Ulysse Speedometer di ponsel penulis, dan aplikasi tersebut menunjukkan kecepatan rata-rata 45-60 kilometer per jam, sedangkan KRL 205 yang beroperasi normal biasanya beroperasi dengan kecepatan 70-80 kilometer per jam. Namun suhu AC di dalam KRL ini sama dengan suhu AC di KRL 205 yang beroperasi normal.

Interior Kereta 204-15 pada Set NaHa 2

Interior di dalam KRL ini hampir sama dengan interior KRL seri 205 dari jalur Yokohama, bedanya hanya terdapat lantai yang diberi warna kuning di sekitar pintu pada unit-unit yang dulunya merupakan unit yang beroperasi di jalur Yamanote. Warna kuning ini tidak terdapat pada unit-unit yang lebih muda umurnya.

Tidak mendapatkan peron !

Pengoperasian KRL SF 12 ini menurut penulis sedikit prematur, dikarenakan hampir semua stasiun peronnya belum memadai untuk SF 12. Terbukti dengan adanya kereta yang tidak mendapatkan peron sehingga penumpang harus bergeser ke kereta yang mendapatkan peron. Petugas pelayanan kereta di KRL ini juga masih kurang informatif, hanya mengumumkan penumpang untuk bergeser ke tengah namun tidak menyebutkan kereta berapa yang tidak mendapatkan peron, sehingga banyak penumpang yang bergeser ke tengah rangkaian, padahal penumpang tersebut berasal dari kereta yang juga mendapatkan peron.

Tiba di Stasiun Jakarta Kota

KRL tiba di Stasiun Kota sekitar pukul 4 sore. Di Stasiun Kota sendiri, 2 kereta paling belakang tidak mendapatkan peron. Untuk mengakomodasi KRL SF 12, taman yang berada di badug (rel buntu) jalur 11 dan 12 dibongkar sehingga panjang emplasemen bertambah sekitar 5 meter.

Couple

KRL berangkat kembali sekitar 30 menit kemudian. Namun perjalanan penulis dengan KRL SF 12 belum berakhir sampai di sini, karena di malam hari penulis pulang ke rumah dengan menggunakan KA 1212 yang masih satu loop dengan KA 1171, yang menggunakan rangkaian SF 12.


                Bila anda ingin mencoba KRL SF 12, berikut penulis sampaikan jadwalnya:
KA 1034 DP BOO 06.10 06.38
KA 1085 BOO JAKK 07.00 08.31
KA 1086 JAKK BOO 08.42 10.11
KA 1129 BOO JAKK 10.27 11.58
KA 1130 JAKK BOO 12.06 13.34
KA 1171 BOO JAKK 14.00 15.29
KA 1172 JAKK BOO 15.45 17.12
KA 1211 BOO JAKK 17.42  19.11
KA 1212 JAKK BOO 19.24 20.52
KA 1261 BOO DP 21.14 21.42



Kontributor : mpscl58

4 comments: