Libur telah tiba.., Horee..!! Sebagai seseorang yang hobi
traveling naik angkutan umum (baca : Joyride), maka hari libur panjang
merupakan salah satu momen yang paling dinanti untuk melakukan perjalanan. Kali
ini saya merencanakan perjalanan pada libur panjang imlek, berangkat hari Jumat
tanggal 6 Februari dan kembali ke Jakarta tanggal 7 Februari. Perjalanan ini
sudah saya rencanakan sejak jauh hari, sekitar 4 bulan sebelum tanggal
keberangkatan karena tiket kereta api di long weekend, khususnya kelas ekonomi
pasti akan susah didapat dan harus membeli pada H-90 Hari. Oh iya, meskipun
suka Joyride, tapi berhubung kondisi keuangan berada sedikit diatas garis
kemiskinan (haiyah..) maka sebisa mungkin budgetnya jangan mahal-mahal banget
karena ngumpulin uangnya benar-benar perjuangan banget..he..he..he..
Nah, setelah dihitung dan dikalkulasi, sebelum masa pemesanan
tiket, saya memutuskan berangkat naik KA Ekonomi AC Progo tujuan Stasiun
Yogyakarta Lempuyangan dan pulangnya naik KA Eksekutif Argo Lawu dari Stasiun
Yogyakarta dengan harga Subkelas termurah (teteeep ya pengen hemat). Selama di
Yogyakarta, saya rencananya ingin joyride naik KA Perintis Railbus Bathara
Kresna ke Wonogiri karena pengen merasakan sensasi naik KA lewat pinggir jalan
raya, tapi berhubung KA Perintis tidak bias dipesan lewat online, jadinya
rencananya saya beli tiket di Solo.
1.
Pra-Joyride (Masa pemesanan tiket PP)
Seperti yang saya jelaskan diatas, untuk pembelian tiket KA
Jarak Jauh, apalagi di masa long weekend harus cepet-cepetan dan
gontok-gontokan dengan penumpang lain, karena peminat Kereta Api bukan saya doang.
Demi menyukseskan joyride saya ini (ciyeeh), maka saya harus pesen persis di
H-90 sebelum keberangkatan dan online persis di Jam 00.00, dan itu artinya
begadang.., tapi begadang sih boleh aja kalo ada artinya (he he malah nyanyi). Tepat jam 00.00 saya online dan memesan
melalui web, bukan web situs KAI, bukan pula web tiket lainnya. Saya online
menggunakan aplikasi Ticketing Agen Kereta Api (RTS) karena saya kebetulan juga
agen resmi penjualan tiket KA (he he malah promosi). Alhamdulilah pukul 00.05
saya berhasil dapat tiket, karena kalau telat sedikit saja pasti bakal
kehabisan (tiket KA Ekonomi Progo habis dalam waktu 30 menit sejak dibuka
pemesanannya)
Dua hari kemudian, saya kembali harus begadang karena harus
beli tiket pulang ke Jakarta, tapi karena saya pulang bukan di puncak arus,
saya begadangnya bisa lebih santai. Saya tetap harus begadang karena ngincer tarif
batas bawah dari KA Argo Lawu seharga Rp. 285.000 daripada saya belinya
nanti-nanti malah kena tarif batas atas seharga Rp. 380.000. Kenapa saya milih
naik KA Argo lawu daripada KA Taksaka padahal pulangnya dari Yogya? Jawabannya sih
simple, karena saya belum pernah nyobain naik KA Argo Lawu. Dulu pernah naik KA
Taksaka tapi kok agak kecewa ya karena dari jaman bahela interiornya nggak
banyak perubahan. Kalo KA Argo Lawu lebih dinamis karena rangkaiannya sering
tukeran sama Argo Dwipangga yang ada gerbong kereta dengan model kaca kecil
kayak pesawat.
Setelah selesai begadang selama 2x malam dan sukses dapat
tiket akhirnya saya merasa lega dan tinggal bersabar aja menunggu hari
keberangkatan yang masih 3 bulan kedepan, he he he…
2.
Hari Keberangkatan (5 Februari 2016, KA Progo
Jakarta – Yogya)
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, hari Jumat
tanggal 5 Februari 2016 saya siap-siap berangkat dan tidak lupa nyetak tiket
dulu di mesin Cetak Tiket Mandiri paling telat 1 jam sebelum keberangkatan. Pukul
21.00 saya sudah tiba di Stasiun Pasar Senen padahal KA Progo berangkatnya Pukul
22.30, saya sengaja datang awal biar nggak terlalu mepet dan keburu-buru,
bisa-bisa malah ada hambatan di jalanan dan ketinggalan kereta. Hari keberangkatan
saya persis dengan hari keberangkatan KA Kertajaya Rangkaian Panjang yang
memuat 1.400 penumpang yang berangkat jam 23.15. sebagai info aja, KA Progo dan
KA Kertajaya sama-sama berangkat dari jalur 3 Stasiun Pasar Senen jadi pintu
masuk penumpang untuk Boardingnya sama. Untuk mencegah menumpuknya penumpang 2
KA tersebut yang kalau numplek bersamaan bakal berjumlah 2.000-an orang, maka
penumpang KA Progo diboarding lebih awal sekitar pukul 21.00 melalui pintu 1
sehingga memecah keramaian.
Selesai boarding, pukul 22.00
penumpang KA Progo diperbolehkan menuju peron 3 untuk menunggu KA Progo di
Langsir dari Depo Kereta. 15 menit sebelum berangkat, kereta akhirnya tiba di
peron 3 dan saya pun naik ke gerbong kereta nomor 6 dengan seat nomor 3
berbatasan dengan tembok toilet he he he. Oh iya, KA Progo ini lebih banyak
diisi kaum penglaju yang disebut PJKA (pulang Jum’at kembali Ahad), jadi mereka
mudik tiap Hari Jum’at dan kembali lagi ke Jakarta hari Minggu untuk bekerja. Mereka
umumnya sudah akrab dan saling kenal jadi suasana keretanya semarak.
Tepat pukul 22.30 KA Progo yang
saya naiki akhirnya berangkat dari Stasiun Pasar Senen. Eh tapi baru 1 jam
perjalanan, KA yang saya naiki tertahan di Stasiun Dawuan. Usut punya usut
ternyata KA saya tertahan antrian karena di Stasiun Pegaden Baru terdapat gangguan
persinyalan. Jarak dari Stasiun Dawuan ke Stasiun Pegaden Baru sebanyak 8
Stasiun dan lumayan makan waktu juga. Setelah susah payah berjuang melalui
Stasiun Pegaden Baru, KA yang saya tumpangi akhirnya bebas lepas dari antrian
dan maju melesat menuju Stasiun Cirebon Prujakan, Purwokerto, Gombong, Kebumen,
Kutoarjo, dan Wates. Akhirnya KA Progo sampe Stasiun Yogyakarta Lempuyangan
telat sekitar 40 menitan dan terpaksa keabisan tiket KA prameks jam setengah 8,
batal deh rencana Joyride ke Wonogiri (huhuhu beteee).
![]() |
| Tiket KA Progo |
3.
Hari Kedua (6 Februari 2016, Yogya – Solo PP)
Setelah
kecewa karena gagal Joyride ke Wonogiri karena ketinggalan KA Prameks Jam
setengah 8 akhirnya saya tetap memutuskan untuk berangkat ke Stasiun Solo
Balapan karena dapat kabar dari rekan yang di Solo kalau akan ada Ujicoba
Kereta Inspeksi dari Madiun. Setelah mengantri tiket KA Prameks ternyata saya
kebagian untuk keberangkatan Pukul 10.05 karena untuk keberangkatan Pukul 09.10
juga sudah habis. Penyebab cepat habisnya tiket KA Prameks karena jumlah
penumpangnya dibatasi sebanyak 150% dari Kapasitas tempat duduk dan harganya
juga cukup murah Rp 8.000. Karena masih ada sisa 2 jam dan penumpang baru boleh
masuk peron 1 Jam sebelum keberangkatan KA, padahal saya masih agak ngantuk
karena di KA Progo tidurnya tidak bisa nyenyak jadinya saya cari tempat duduk
dan bersandar di tembok (bukan bersandar di pundak lho ya).
![]() |
| Tiket KA Prameks |
Pukul 09.10 setelah KA Prameks berangkat, saya mencoba untuk
masuk Stasiun dan ternyata sudah diperbolehkan, segera saja saya mencari tempat
duduk dan membeli sarapan Roti O seharga Rp. 10.000, lumayanlah soalnya belum
sempat sarapan. Tunggu punya tunggu akhirnya pada Pukul 10.00 KA Prameks yang
akan saya naiki telah tiba. Keretanya menggunakan rangkaian KRDE AC
Eks-Rangkaian KA Sriwedari AC, saya kira AC nya bakal berfungsi juga eh pas
masuk ternyata AC nya mati sehingga hanya mengandalkan Exhaust Fan dan jendela
yang Cuma bisa dibuka sedikit. Perjalanan menuju Solo Balapan memakan waktu
sekitar 1 Jam karena kereta berhenti di banyak Stasiun (Maguwo, Klaten,
Purwosari). Keretanya jalannya juga tidak terlalu kencang, entah karena terkena
pembatasan kecepatan atau keretanya emang lemes (he he becanda).
![]() |
| Sarapan Roti di Stasiun |
| C-KRDE AC, rangkaian Prameks yang saya naiki menuju Solo |
Tepat Pukul 11.15 KA Prameks yang saya naiki tiba di Stasiun
Solo Balapan. Pas saya turun, saya melihat di Jalur 2 sudah ada KA Inspeksi
berwarna kuning dengan nama Semeru, segera aja saya abadikan pake kamera HP,
karena kalau pake kamera gede takut ditangkep PKD. Beres foto-foto dikit saya langsung ngacir
keluar Stasiun untuk beli tiket balik ke Yogya. Berhubung saya agak kecewa
dengan KA Prameks yang sumuk tadi, saya akhirnya memilih untuk naik KA Madiun
Jaya AC dari Solo Balapan ke Yogyakarta keberangkatan Pukul 15.00 dengan harga
tiket Rp. 15.000, kebetulan juga saya belum pernah naik KA Madiun Jaya AC, jadi
bisa sekalian nyobain. Karena pembelian tiket dibuka 3 Jam sebelum
keberangkatan, saya terpaksa masih harus bersabar menunggu hingga Pukul 12.00
padahal perut udah keroncongan. Beres antri tiket saya langsung ngacir menuju
kedai vien’s buat makan Selat Solo karena emang udah ngidam. Sampe disana bersamaan
dengan jam makan siang, jadinya tempatnya penuh banget. Setelah nunggu sebentar
akhirnya ada bangku kosong dan segera aja saya duduk dan manggil mbaknya buat
pesen. Saya memilih untuk memesan selat daging dan es teh manis, harganya murah
kok, selat daging Cuma Rp. 9.000 dan selat iga Rp. 11.000. Presentasi makanannya
sih biasa aja, mungkin karena kuahnya yang membanjiri piring jadinya isi
makanannya sulit buat ditata, tapi kalau untuk rasa makanannya sih menurut saya
enak buat ukuran orang yang lagi kelaparan seharian. Ha ha ha. Ketika lagi
makan, nggak lama temen saya datang dan dia mesen juga.
![]() |
| Selat Daging |
![]() |
| Es Beras Kencur |
Selesai makan kita balik lagi ke Stasiun Solo Balapan karena
kata teman saya ada 1 lagi KA Inspeksi yang datang bernama Merbabu. Sampe Stasiun
sekitar Pukul 13.30 tapi saya belum bisa masuk karena penumpang KA Madiun Jaya
baru boleh boarding jam 14.00, teman saya juga tidak bisa masuk karena tidak
ada tiket, beruntung di Stasiun saya ketemu teman dekat saya yang bekerja di
PT. KAI dengan pangkat manager, dengan sedikit ngobrol dan bujuk rayu akhirnya
kita diperbolehkan masuk dan foto Kereta Inspeksi yang berjajar rapi, kita juga
diajak untuk naik dan foto interiornya, langsung aja hal tersebut tidak kita
sia-siakan (ha ha kapan lagi bisa motret didalem kereta pejabat). Selesai foto-foto
kereta dan foto bareng teman saya yang kerja di PT. KAI, kita berpamitan karena
dia masih ada pekerjaan dan saya juga pamit akan kembali ke Yogya. Sembari menunggu
waktu keberangkatan di dalam Stasiun, tiba-tiba terdengar suara klakson kereta
yang tidak asing lagi, ternyata itu suara klakson KA Perintis Railbus dari
Wonogiri yang mau pulang depo, langsung aja saya fotoin itu kereta (lumayan
bisa sedikit mengobati kekecewaan gagal naik KA Perintis).
![]() |
| Nama Kereta Inspeksi di Sisi Samping |
![]() |
| Interior KA Inspeksi Merbabu |
![]() |
| Trio Kereta Buatan INKA (Railbus, KAIS Merbabu, KAIS Semeru) |
| Kereta Inspeksi Merbabu |
Setelah agak lama foto-foto, KA Madiun Jaya akhirnya tiba di
Jalur 4 dan saya segera ngacir naik kereta karena takut bangkunya ada yang
dudukin, karena meskipun ada nomor tempat duduk tapi penumpangnya tidak tertib
duduk sesuai nomor. KA Madiun Jaya masih terlihat kinclong dan AC nya juga
adem, jadi enak ke Yogya nggak akan kepanasan lagi kayak pas tadi naik Prameks.
Tepat Pukul 15.00 KA Madiun Jaya berangkat dari Stasiun Solo, yang saya suka
dari rangkaian KRDI Madiun Jaya ini adalah suara mesinnya saat melakukan
akselerasi persis kayak suara truk, ngeden-ngeden tapi nggak maju-maju he he. Karena
keretanya adem, saya sempet ketiduran juga karena nyaman dan capek. Pukul 16.20
kereta saya tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta dan bersebelahan dengan kereta
Prameks rangkaian warna kuning.
![]() |
| Tiket KA Madiun Jaya AC |
![]() |
| KRDI AC Madiun Jaya Buatan PT. INKA |
![]() |
| Interior KA Madiun Jaya |
![]() |
| KRD Prameks Rangkaian MCW |
Turun dari kereta saya langsung keluar menuju penginapan, oh
iya diatas saya belum sempat cerita mengenai penginapan. Tadinya saya akan
menginap di hotel melati 105 di daerah sosrowijayan karena menurut teman saya
harga disana murah, per-orangnya cuma kena Rp. 80.000. tapi pas mau pesan by
phone, katanya di tanggal tersebut per kamar kena Rp. 400.000 karena lagi peak
season, terpaksa saya urungkan niat pesan karena mahal banget. Tadinya ada
niatan untuk cari-cari penginapan lain yang murah di internet, kebetulan banget
pas saya lagi browsing ada temen yang ngabarin bahwa hari itu lagi ada
Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) dan temen saya nyaranin pesen hotel
lewat Travelio.com karena dapet diskon Rp. 200.000. akhirnya saya minta bantuan
dia buat pesenin penginapan dan dapet di POP! Hotel Gandekan, 2 menit jalan
kaki dari Stasiun Yogyakarta dengan harga setelah diskon sebesar Rp.130.000
(murah bangeeet).
Nah lanjut cerita tadi, saya check-in di hotel sekitar jam
16.00 dan dilayani dengan ramah oleh resepsionis. Karena saya sudah lunas
bayar, saya hanya perlu print invoice dan voucher diskon dari Travelio plus
membayar uang deposit sebesar Rp. 30.000 (deposit dikembalikan lagi pas
check-out). Beres di resepsionis saya langsung menuju kamar saya yang terletak
di lantai 5. Ukuran kamarnya tidak terlalu besar tapi cukup lah untuk ‘single
fighter’ seperti saya karena dapet kasurnya ukuran double jadi enak bisa
guling-gulingan ha ha. Saya memutuskan untuk tidur sebentar sampe Maghrib karena
rencananya mau jalan-jalan ke Malioboro dan janjian sama teman di angkringan Pak Tomi dekat Jembatan Kewek.
![]() |
| Selasar POP! Hotel Gandekan |
Setelah waktu Isya, saya memutuskan jalan-jalan ke Malioboro,
disana sudah ramai orang dan jalanan sudah macet banget, maklum aja mungkin
karena long weekend jadi orang-orang berduyun-duyun berwisata ke Yogya. Saya cuma
liat-liat aja tanpa belanja karena saya niatnya memang Cuma jalan bukan
shopping (padahal sih nggak ada duit, hi hi). Saya mampir sebentar di KFC buat
makan dan nggak lama teman saya ngabari bahwa dia sudah tiba di angkringan. Segera
saja saya selesaikan makan dan jalan kaki menuju angkringan. Disana beberapa
teman saya sudah tiba dan lagi ngopi-ngopi, berhubung saya udah makan jadi saya
duduk dan ngobrol aja sama mereka. Angkringan disini tempatnya bagus karena
terletak di pinggir sungai dan bisa melihat pesawat approach menuju Bandara
Maguwo plus Kereta Api yang melintas di Jembatan Kewek. Video diambil dari Angkringan Pak Tomi
Beres ngobrol dan cerita-cerita, Pukul 22.00 kami memutuskan
untuk pulang karena sudah ngantuk, lagipula saya juga harus segera tidur biar
nggak bangun kesiangan karena kereta berangkat esok hari Pukul 08.57
4.
Hari Ketiga (7 Februari 2016, KA Argo Lawu Yogya
– Jakarta)
Hari ini adalah hari kepulangan saya kembali ke Jakarta,
Pukul 05.00 saya sudah bangun karena sindrom susah tidur kalau mau melakukan
perjalanan pagi. Sekitar Pukul 07.00 setelah mandi dan beres-beres, saya turun
menuju lobi hotel untuk sarapan, ternyata lobi tersebut telah penuh karena
ukuran area makannya yang kecil ditambah adanya rombongan keluarga yang akan
berjalan-jalan sehingga melakukan sarapan dalam waktu bersamaan. Segera saja
saya ambil sarapan menu bubur dengan minum teh manis. Setelah sarapan singkat,
saya memutuskan mau membeli oleh-oleh bakpia dan segera menuju tukang becak
yang mangkal didepan hotel. Oleh abang becak saya diantar ke Bakpia nomor 99,
segera saja saya beli bakpia kacang hijau dengan harga Rp. 30.000 untuk satu
kotak. Selesai berbelanja, saya diantar kembali ke hotel oleh abang becak yang
sama, ketika saya Tanya berapa ongkosnya, dia menjawab terserah berapa saja
(mungkin karena abang tersebut sudah ada MoU dengan bakpia 99, sehingga setiap
konsumen yang berbelanja disana, si abang akan mendapat persenan), setelah saya
pikir, saya berikan saja uang Rp. 15.000. saya kembali ke kamar hotel untuk
beres-beres lagi dan pukul 08.15 saya check-out untuk segera menuju stasiun.
Dua menit berjalan ke Stasiun,
saya langsung memutuskan kembali sarapan di Loko Café. Loko Café merupakan Café
di areal stasiun yang dimiliki oleh PT. Reska Multi Usaha yang juga mengelola
restorasi Kereta Api. Karena waktu yang singkat, saya memilih memesan Belgian
Waffle ala mode Rp. 18.000 dan Strawberry Smoothies Rp. 20.000., overall rasa
makanan dan minumannya enak jika dibandingkan dengan produk sejenis yang dijual
di mall dengan harga yang lebih mahal.
![]() |
| Loko Cafe Stasiun Yogya |
![]() |
| Strawberry Smoothies |
![]() |
| Belgian Waffle A la Mode |
Tepat Pukul
08.52 KA Argo lawu yang akan saya naiki tiba di Stasiun dan saya segera masuk
menuju gerbong kereta 1, kebetulan saya mendapat gerbong kereta angkatan Tahun
2008 dengan interior masih orisinil dilengkapi dengan meja makan kecil,
footrest dan kursi beludru. Karena perjalanan kali ini dilakukan pagi hari,
saya jadi bisa menikmati pemandangan sawah, bukit, dan lembah yang dilalui. Perjalanan
saya sangat nyaman dan lancar, hanya ada sedikit kendala di daerah jatibarang
dimana kereta yang saya naiki menabrak pengendara motor di pintu perlintasan
sehingga menyebabkan kereta terlambat tiba di Jakarta sekitar 20 menit.
![]() |
| Tiket KA Argo Lawu |
![]() |
| Gerbong Kereta Eksekutif Angkatan 2008, masih lengkap Footrest, Meja Lipat, dan kursi beludru |
![]() |
| Suasana didalam Kereta |
| Menabrak pemotor di Jatibarang |
Berikut
ini biaya yang saya keluarkan selama di perjalanan
Tiket dan Akomodasi :
Tiket
KA Ekonomi Progo : Rp.
75.000 (Mulai 1 April 2016 Rp. 110.000)
Tiket
KA Eksekutif Argo Lawu : Rp. 285.000
(Tarif Subkelas Termurah)
Tiket
KA Prameks :
Rp. 8.000
Tiket
KA Madiun Jaya : Rp.
15.000
Penginapan
1 Malam : Rp. 130.000
Makanan dan Oleh-Oleh :
Roti-O : Rp. 10.000
Selat
Daging : Rp. 9.000
Es
Beras Kencur :
Rp. 5.000
Belgian
Waffle ala mode : Rp. 18.000
Strawberry
Smoothies : Rp. 20.000
Bakpia
99 :
Rp. 30.000 / kotak
KFC :
Rp. 50.000



















No comments:
Post a Comment